BADAN USAHA MILIK NU RAIH JUARA II PADA EVENT GREBEG SURO 2016 KAB.PONOROGO

PCNU ONLINE, Sebuah Awal yang membanggakan untuk Badan Usaha Milik Nahdaltul Ulama Ponorogo, kemarin Stand BUM-NU mendapat Juara II pada event Grebeg Suro 2016 yang diadakan rutin setiap tahun oleh Pemerintah Kabupaten. sesuai jadwal team BUM-NU ini buka dari awal tanggal 25 September - 1 Oktober 2016 yang juga diikuti oleh  seluruh UMKM Se-Kab.Ponorogo. Banyak produk-produk yang dipamerkan dan diikuti di stand BUM-NU ini, mulai dari hasil Pertanian, Atribut NU dan Banom. 

Kepala INDAKOP menyampaikan harapan, kepada generasi muda kalangan NU, untuk ikut andil dan bisa bergabung pada event - event yang diadakan oleh pemerintah Ponorogo. Generasi muda tidak hanya berkutat pada dunia pendidikan tapi juga harus bisa berwirausaha dengan membuat produk - produk unggulan dan bisa membawa Ponorogo yang lebih mandiri dan maju.

Selaku Ketua PCNU Ponorogo, Drs.Fatchul Aziz. MA mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh team BUM-NU yang telah bekerja keras untuk kemajuan Ekonomi kreatif di Kalangan NU . Semoga kehadiran team BUM-NU bisa memacu dan penyemangat pada generasi lainnya.
tetap, semangat, bersama, pasti bisa


Foto Kunjungan Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Sapto Djatmiko.

| | Read More »

FOTO JAMAAH UMROH ASBIHU NU PONOROGO

FOTO JAMAAH UMROH ASBIHU NU PONOROGO


Foto Jamaah Umrah ASBIHU NU Cabang Ponorogo gelombang pertama
tanggal 30 April 2013 sejumlah 9 orang
 
Foto Jamaah Umrah ASBIHU NU Cabang Ponorogo gelombang Kedua
tanggal  Juni 2013 sejumlah 4 orang
 
Foto Jamaah Umrah ASBIHU NU Cabang Ponorogo gelombang ketiga
tanggal 7 Januari 2014 sejumlah 40 orang

Foto Jamaah Umrah ASBIHU NU Cabang Ponorogo gelombang ketiga
tanggal 7 Januari 2014 sejumlah 40 orang
Foto Jamaah Umrah ASBIHU NU Cabang Ponorogo gelombang ketiga
tanggal 7 Januari 2014 sejumlah 40 orang

| | Read More »

MASYARAKAT AGAR BERHATI-HATI DALAM MEMILIH TRAVEL UMRAH

MASYARAKAT AGAR BERHATI-HATI 
DALAM MEMILIH TRAVEL UMRAH
Direktur PT. Asbihu Tour & Travel, KH Hafidz Taftazani, mengingatkan masyarakat muslim agar berhati-hati dalam memilih travel umrah yang akan memberangkatkan ke Tanah Suci. Sebab, seperti terjadi beberapa minggu lalu ratusan calon jamaah umrah terlantar di bandara karena tak bisa diberangkatkan ke Tanah Suci.
Fakta-fakta seperti ini hendaknya menjadi pelajaran bagi masyarakat muslim agar berhati-hati dalam menjatuhkan pilihan pada sebuah travel umrah. Dan tentu saja travel tersebut harus sudah mengantongi izin dari Kementerian Agama.
“Ibadah umrah atau haji saat ini tidak hanya bisa dilihat dari sisi ibadah tapi juga bisnis yang menjanjikan. Perjalanan haji atau umrah ini beda dengan perjalanan wisata. Perjalanan haji dan umrah fokus ke Arab Saudi dan diatur oleh UU dan di bawah Kementerian Agama,” tutur Hafidz.
Karena perjalanan umrah atau haji banyak juga masalah bisnisnya, maka wajar jika banyak pihak ingin terlibat di dalamnya. Perusahaan travel yang belum memiliki izin pun ada yang bertindak sebagai kolektor memberangkatkan jamaah umrah, misalnya.
Hafidz menegaskan, perjalanan umrah atau haji berbeda dengan perjalanan wisata yang ditangani Kemparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif). “Maka seluruh penyelenggara haji dan umrah harus patuh aturan Kemenag dan UU no. 13 tahun 2008,” ulasnya.
Maka dengan adanya MoU Kementerian Agama dengan Polri, Hafidz  merespon positif adanya MoU tentang pengawasan dan penegakan hukum terhadap penyelenggara ibadah haji dan umrah. Langkah itu dinilai akan memberikan pengaruh dalam mengantisipasi penipuan untuk masyarakat yang ingin beribadah.
Menurutnya, optimalisasi pengawasan tersebut harus diimbangi dengan ketelitian masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah.
Oleh karena itu, Hafidz Taftazani yang juga Wakil Ketua Umum Asbihu-NU (Asosiasi Bina Haji dan Umrah Nahdlatul Ulama), , menyambut baik adanya MoU antara Kemenag dan Polri dalam memberantas penyelenggara umrah ”nakal”.
“Saya mendukung adanya penandatanganan MoU ini. Semoga dengan adanya MoU ini membuat jera para kolektor jamaah yang tak memiliki izin,” ujar Hafidz.
Menurutnya, dilakukannya MoU ini untuk menutup kesempatan beroperasinya travel yang tak mengantongi izin dari Kementerian Agama baik ditingkat wilayah maupun kabupaten. Dan ini, tambah Hafidz, merupakan bagian dari pencegahan secara dini. Sehingga nantinya tidak ada lagi calon jamaah umrah atau haji yang dirugikan baik moril maupun materiil, karena tidak bisa berangkat.
Hafidz Taftazani mengungkapkan MoU ini diharapkan bisa jadi efek jera bagi kolektor jamaah dan bisa menjadi informasi bagi masyarakat yang hendak melakukan umrah agar tidak menggunakan biro perjalanan umrah yang tidak memiliki izin dari Kementerian Agama.
Hafidz pun menghimbau kepada masyarakat muslim yang hendak melakukan ibadah umrah untuk terlebih dahulu mengecek ke Kemenag apakah  penyelenggara yang menawarkan umrah itu mengantongi izin atau tidak.
Hafidz juga menambahkan, untuk KBIH-KBIH NU yang selama ini mengirimkan jamaah dengan cara membeli visa dan cari hotel sendiri di Makkah sekarang sudah tidak mungkin lagi bisa dilakukan . “Karena hal ini akan membahayakan provider visa yang bisa berakibat dicabutnya izin dari Kemenag,” terangnya.
Dan yang lebih bahaya lagi, yang bersangkutan (pimpinan KBIH), sesuai dengan Undang-undang 13 tahun 2008 akan dipidanakan setidak-tidaknya tiga tahun penjara dan denda satu milyar.
Hafidz menerangkan, bagi KBIH anggota Asbihu-NU tak perlu merasa kehilangan tempat bernaung, karena Asbihu sudah memperoleh izin dari Kemenag sebagai penyelenggara ibadah umrah dengan SK KEMENAG No. 824/2012.
PT. Asbihu ini diadakan untuk menampung jamaah-jamaah KBIH yang tidak diperbolehkan mengirimkan jamaah umrah ke Tanah Suci.
Mengomentari adanya jamaah umrah anak-anak yang kini sering terlihat dalam pelaksanaan umrah, Hafidz menyambut baik karena hal itu mempunyai nilai pendidikan. Ia mengakui, sekarang, tak sedikit semasa ibadah umrah itu ditunaikan, terselip wajah-wajah belia yang turut bersama orang tua mereka.
“Hukumnya anak-anak itu pergi umrah itu sunah dan boleh-boleh saja. Di masa-masa liburan sekolah juga dimanfaatkan sebagai tujuan wisata religi. Ini positif bagi anak-anak dan sangat bagus bila dilihat dari sisi pendidikan,” ujar Hafidz.
Dengan munculnya tren semacam itu, dia merasa gembira karena daripada melakukan perjalanan ke Eropa atau ke tempat wisata manca negara lainnya, lebih baik anak diajak ibadah umrah. “Umrah itu jalan-jalan tapi memiliki nilai ibadah. Karena seperti disebutkan Nabi, dari umrah yang satu ke umrah yang lain adalah penghapus dosa,” tuturnya.
Seperti diketahui,  saat ini untuk beribadah haji membutuhkan masa antrean sampai belasan tahun. Karena itu, sebagaian umat Islam pun memilih untuk melakukan umrah dulu sambil menunggu haji.
Sebagaimana pernah diwartakan Labbaik,  jamaah umrah pada tahun 2013 memang membludak. Sebuah informasi mengungkapkan, sampai akhir Februari 2013 Kerajaan Arab Saudi sudah mengeluarkan visa umrah sebanyak 2,7 juta. Sesuatu yang luar biasa dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Hingga April ini Asbihu Tour & Travel sudah memberangkatkan 1900 lebih jamaah umrah. “Dan pada bulan Mei nanti Abihu akan memberangkatkan 302 jamaah umrah, ini yang sudah terjadwal,”  ujarnya.

| | Read More »

Profil Pembimbing KBIH AN-NAHDLIYAH PC NU PONOROGO

PROFIL PEMBIMBING KBIH AN-NAHDLIYAH
PC NU PONOROGO



KH. Fathur Rozi Tantowi
Pembimbing KBIH
An-Nahdliyah sejak 1995


KH. Husain Al-Hafidz
Pengasuh Pon-Pes Al-Qur'an Al-Hasan Patihan Wetan Ponorogo


KH. Sholehan Al-Hafidz
Pengasuh Pon-Pes Nurul Qur'an pakunden Ponorogo

KH. Anshor M. Rusydi, M.Ag.
Ketua MUI kab. Ponorogo
Dosen STAIN Ponorogo

Drs. H. Mujahidin Farid
Pengasuh Pon-Pes Al-Hikmah Keniten Ponorogo
Pembimbing Jamaah Haji Indonesia di Arab Saudi Th. 2006
KH. Mutahim Hasan
Katib Syuriyah  Syuriah PCNU
Ponorogo

Drs. H. Sugeng A. Wahid., M.SI.
LDNU Ponorogo, Pengurus MUI Kab. Ponorogo


Hj. Hanifah Hery Aman
Pengurus MUI Kab. Ponorogo, Pengurus Muslimat Cab, Ponorogo

| | Read More »

Selayang Pandang ASBIHU NU Ponorogo

SELAYANG PANDANG

Bismillahirrahmanirrahim.....
Kelompok Bimbingan Ibadah haji (KBIH) An-Nahdliyah merupakan satu-satunya KBIH yang dikelola oleh PCNU Ponorogo. Secara Historis, KBIH An-Nahdliyah Sudah berdiri sejak tahun 1990an dengan SK. PCNU yang pada waktu itu ketua KBIH dipercayakan sepenuhnya kepada Bapak KH. Hasyim Sholeh (Al Maghfurullah) Pengasuh Ponpes Darul-Huda, Mayak Ponorogo, dan mulai tahun 2009 ketua KBIH An Nahdliyah dipercayakan sepenuhnya kepada Bapak Drs. H SUGENG A. WAHID M.SI. Dalam perjalanannya KBIH An-Nahdliyah selalu berbenah untuk memberikan pelayanan kepada calon jamaah haji untuk menjadi Haji yang mandiri. KBIH ini diasuh oleh para kyai yang mumpuni dalam ilmu agama baik secara teori maupun teknis. Alhamdlillah dengan ketelatenan para pembimbing dan pelatih ibadah haji secara sempurna di tanah suci yang insya Allah mereka menjadi Haji yang, mabrur dunia akhirat...

FASILITAS YANG DIBERIKAN KEPADA CALON JAMA'HA HAJI
A. DI TANAH AIR
Siap membantu dalam proses pendaftaran haji. Dicarikan informasi yang berkaitan dengan ibadah haji melalui DEPAG secara aktif Diberikan materi Bimbingan Manasik haji, panduan Modul Perjalanan Haji, Umroh dan Do'a-do'a Difasilitasi Pengadaan Seragam dan semua peralatan yang dibutuhkan Diberikan Kaset CD tentang bimbingan Ibadah haji
B. DI TANAH SUCI
Di pandu oleh Muthowatir yang mukim di tanah suci dan petugas ibadah haji Indonesia dari putera daerah (Ponorogo) yang sedang menuntut Ilmu sebagai Mahasiswa Pasca Sarjana Mesir yang diberi tugas sebagai pemandu jama'ah Haji Indonesia yang telah berpengalaman Dibimbing dalam melaksanakan Ibadah Wajib maupun Sunah Siap menghantar ke tempat-tempat bersejarah (ziarah) di tanah suci Diantarkan ke tempat-tempat yang mustajabah

SYARAT PENDAFTARAN Mengisi Formulir Pendaftaran Menyerahkan Foto Copi KTP Membayar biaya Manasik Rp. 500.000

TEMPAT INFORMASI PENDAFTARAN
Drs. H. Sugeng A. WAhid, M.Si. (HP: 08123444935)
Hj. Luthfi Laili Tahrir / Salon laili (jl. Urip Sumoharjo)
Drs. Sudjatmoko, Ds. Plalangan, Jenangan Ponorogo (HP: 081359845893)
Siti Mahmudah, Jl. Bhayangkara Ponorogo (HP: 085235105888)
H. Abu Amin, Sumoroto, HP. 081359447221)
Kantor NU Cab. Ponorogo, Jl. Achmad Dahlan 60A (ph. (0352) 481486 Ponorogo

| | Read More »

Anda Ingin Tahu Kapan Berangkat Haji

Calon jamaah haji ada yang belum mengetahui secara pasti tahun berapa keberangkatan haji, padahal calon jamaah sudah mendaftar namun tidak tahu secara jelas kapan berangkat, berikut ini adalah panduan untuk mengetahuinya secara online:


1. Setelah mendaftar, jamaah akan mendapat bukti setoran awal BPIH yang mencantumkan nomor porsi haji.

2. Kunjungi situs http://haji.kemenag.go.id/ , http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/569

disana anda tinggal cek tahun keberangkatan bedasarkan nomor porsi haji diatas.


3. Mintalah bantuan travel haji plus dan umroh tempat Anda mendaftar, bila anda belum dapat nomor porsi sebagai bukti legal anda adalah jamaah yang yang terdaftar di Depag.

4. Jamaah harus sabar dalam menunggu antrian berangkat, walaupun haji plus saat ini harus antri beberapa tahun.

5. Dengan mendapat nomor porsi berarti anda adalah jamaah haji kuota Depag Resmi ( haji non-kuota tidak ada nomor porsi )


Untuk Konsultasi dan pendaftaran Haji Plus dan Umroh 2014, silahkan datang langsung di Kantor ASBIHU PC NU Ponorogo atau menghubungi +62 812 344 4935

| | Read More »

PROFIL ASOSIASI BINA HAJI DAN UMRAH NAHDLATUL ULAMA (ASBIHU NU)


PROFIL ASOSIASI BINA HAJI DAN UMRAH
NAHDLATUL ULAMA (ASBIHU NU)

Ibadah haji merupakan perintah Allaw SWT yang diwajibkan kepada umat Islam, rukun Islam yang ke-lima yang wajib dilaksanakan oleh setiap individu muslim yang telah memenuhi kemampuan atau berkemampuan (istitho’ah), baik mampu secaara finansial, fisik, maupun mental dan hanya wajib dikerjakan sekali seumur hidup.

Penyelenggaraan ibadah haji merupakan tugas nasional, karena jumlah jamaah haji Indonesia yang sangat besar, melibatkan berbagai instansi dan lembaga, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, dan berkaitan dengan berbagai aspek, antara lain bimbingan, transportasi, kesehatan, akomodasi, dan keamanan.
Disamping itu, penyelenggaraan ibadah haji dilaksanakan di Negara lain dalam waktu yang bersamaan dan sangat terbatas.

Sejalan dengan Undang-undang Nomor 13 tahun 2008 tentang penyelenggaraan ibadah haji, BAB II ASAS dan TUJUAN, bahwa penyelenggaraan ibadah haji dilaksanakan berdasarkan asas keadilan, profesionalitas, dan akuntabilitas dengan prinsip nirlaba (Pasal 2) dan penyelenggaraan ibadah haji bertujuan untuk memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan yang sebaik-baiknya bagi jamaah haji, sehingga jamaah haji dapat menunaikan ibadahnya sesuai dengan ketentuan ajaran agama Islam (Pasal 3).

Aspek pembinaan merupakan komponen penting dalam penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia, pembinaan yang baik akan melahirkan kesempurnaan dalam menunaikan ibadah juga kemandirian jamaah haji.
Besarnya animo masyarakat muslim Indonesia untuk menunaikan ibadah haji setiap tahunnya sangat besar, sehingga jumlah jamaah terdaftar untuk setiap tahunnya mengalami peningkatan yang signifikan. Untuk itu, peningkatan tersebut perlu kiranya dibarengi dengan pola dan model pembinaan yang komprehensif dan tepat sasaran. Dari hasil temuan dan kajian empiris, bahwa aspek pembinaan dan bimbingan bagi para calon jamaah haji masih perlu ditingkatkan, baik secara kualitas maupun kuantitas pembinaannya.

Hal lain yang perlu dicermati adalah adanya penurunan pengamalan dan kualitas ibadah bagi alumni haji (pasca haji), dari sisi amaliyah ibadah, telah ditemukan adanya pengaruh yang bersebrangan dengan faham Ahlussunah Wal Jamaah dan hal ini berkembang di masyarakat haji Indonesia. Upaya-upaya yang dilakukan untuk mempengaruhi para calon jamaah haji yang datang dari Indonesia, yaitu dengan mengaburkan pemahaman manasikul haji yang dipelajari di tanah air, melalui pembagian buku-buku dan selebaran secara GRATIS ketika calon jamaah haji masuk ke Arab Saudi. Dan ternyata buku-buku dan selebaran tersebut lebih bermuatan pada ajaran yang tidak sejalan dengan faham Ahlussunah Wal Jamaah. Upaya tersebut telah berpengaruh dan mengganggu prosesi pengamalan ibadah, khususnya jamaah haji Indonesia yang mayorits berpegang pada faham Ahlussunah Wal Jamaah Nahdlatul Ulama.

Kehadiran KBIH telah banyak membantu peran serta penyelenggaraan haji (Pemerintah/Kemenag RI), khususnya dalam aspek PEMBINAAN dan BIMBINGAN bagi para Calon jamaah haji dan pembinaan pasca haji (alumni haji). Dengan kehadirannya sebagai mitra pemerintah, maka perlu penataan akan peran KBIH ke depan agar lebih berdaya guna dan kehadirannya menjadi mitra pemerintah, khususunya aspek pembinaan dan bimbingan ibadah jamaah haji Indonesia.

Sebagai informasi, bahwa pimpinan dan pengelola KBIH adalah para Ulama, Kyai, Ustadz, dan Ustadzah yang memiliki basis pembinaan di Pondok Pesantren, Majelis Ta’lim dan Pimpinan Lembaga Pendidikan Islam. Secara kuantitatif jumlah ada ± 2000 KBIH. Dan 80% nya dikelola oleh keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) dan berbasis Nahdliyin.

Selanjutnya atas kesamaan visi, misi dan tujuan serta keinginan dari kelompok masyarakat yang terdiri dari Pimpinan KBIH, Travel Haji / Umrah dan Pembimbing Ibadah haji yang berbasis Nahdlatul Ulama (NU), pada tanggal 24 Juni 2009 M / 1 Rajab 1430 H, maka Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (PP.LDNU) telah mendirikan Asosiasi Bina Haji dan Umrah Nahdlatul Ulama (ASBIHU-NU), merupakan wadah berhimpun dan berkumpul para pimpinan KBIH, Travel Haji / Umrah dan Para Pembimbing Ibadah haji yang berbasis NU.

Adapun Visi dan Misi ASBIHU-NU adalah:

Visi       : Mewujudkan kemandirian jamaah haji Indonesia dengan model pembinaan berbasis Faham Ahlussunah Wal Jamaah.
Misi      :

1-      Membentengi Jamaah haji Indonesia dari faham-faham yang tidak cocok dengan faham Ahlussunah Wal Jamaah
2-       Sebagai mitra pemerintah dalam mewujudkan asas dan tujuan penyelenggaraan ibadah haji yang sesuai dengan Undang-Undang No. 13 /tahun 2008.
3-      Menjadikan Asosiasi Bina Haji dan Umrah Nahdlatul Ulama sebagai mitra pemerintah, khususunya dalam aspek pembinaan dan pelayanan kesehatan para calon jamaah haji Indonesia.

Adapun tujuan dibentuknya Asosiasi Bina Haji dan Umrah Nahdlatul Ulama adalah:
1-      Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, bimbingan, pembinaan dan perlindungan bagi jamaah haji Indonesia, sesuai dengan ketentuan ajaran agama Islam yang menganut faham Ahlussunah Wal Jamaah.
2-      Menjadikan KBIH dan Travel Haji dan Umrah yang professional, amanah, dan bertanggungjawab.
3-       Untuk meningkatkan kualitas dan peran aktif KBIH, khususunya berperan aktif dalam memberikan pembinaan bagi para calon jamaah haji dan umumnya masyarakat muslim Indonesia.
4-       Sebagai media silaturrahim, berkoordinasi dan melakukan pembinaan sesama KBIH, khususunya KBIH yang berbasis Nahdlatul Ulama.
5-      Untuk membentengi jamaah haji Indonesia dari meluasnya pengaruh dan pengamalan ajaran Wahabiyah, serta ajaran lain yang bertentangan dengan nilai-nilai Ahlussunah Wal Jamaah. Baik ketika mereka menunaikan ibadah haji maupun pasca pulang menunaikan ibadah haji.

Selanjutnya untuk mewujudkan Visi, Misi dan tujuan tersebut Asosiasi Bina Haji dan Umrah Nahdlatul Ulama akan melaksanakan usaha-usaha dan kegiatan sebagai berikut:
a-      Mengadakan bimbingan dan pembinaan dikalangan pembimbing dan pengurus KBIH/Travel Haji dan Umrah, Khususnya yang berbasis Nahdlatul Ulama (NU).
b-      Menjalin hubungan kerjasama dengan instansi terkait, baik pemerintah maupun swasta untuk menolak faham-faham dan pengamalan-pengamalan yang keluar dari kultur, budaya dan nilai-nilai ajaran serta faham Ahlussunah Wal Jamaah.
c-      Mengadakan pelatihan dan kursus management tentang pengelolaan KBIH/Travel Haji dan Umrah yang baik dan professional dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan KBIH/Travel Haji dan Umrah.
d-     Mengembangkan usaha-usaha lain yang bermanfaat untuk umat dan warga Nahdlatul Ulama.
e-      Mendirikan lembaga atau sentral unit usaha KBIH yang memiliki nilai manfaat untuk kegiatan dan peningkatan kualitas KBIH/Travel Haji da Umrah.
f-        Mendirikan pusat pembinaan dan bimbingan haji berbasis Ahlussunah Wal Jamaah.
g-      Mendirikan Rumah Sakit atau Poliklinik NU.
h-      Mendirikan dan mempelopori “percontohan KBIH SEHAT”
i-        Pemberdayaan dan pengembangan potensi ekonomi KBIH NU.
j-        Membuat buku pedoman dan panduan manasik haji berbasis Ahlussunah Wal Jamaah.
k-      Membangun jaringan (networking) KBIH berbasis IT.

Untuk Videonya silahkan Buka di http://www.youtube.com/watch?v=hriOMl39CLs
atau lihat dibawah ini :

| | Read More »

Sebab Hamba Masuk Neraka

Suatu ketika Nabi Musa as. mengadu kepada Allah, “Wahai Tuhan! Engkau ciptakan makhluk dan Kau berikan kenikmatan rizki. Kau (pula) yang menjadikan (sebagian) pengikutku masuk neraka.”

Allah berfirman, “Bangkit dan bertanamlah, wahai Musa!”

Nabi Musa lalu bercocok tanam dan menyiraminya. Ia melakukan hal itu hingga masa panen tiba.

“Apa yang kau dapat dengan tanamanmu itu, Musa?”

“Aku telah memanennya,”

“Apakah sedikit yang tersisa?”

“Aku tak pernah menyisakan sesuatu yang tak ada kebaikannya,”

Allah berfirman, “Wahai Musa! Aku memasukkan hamba yang tak mempunyai kebaikan ke dalam neraka,”

“Siapakah dia?”

“Dia adalah yang meremehkan kalimat Laa Ilaaha Illa Allah Muhammadur Rasulullah,”

(Ajie Najmuddin/ disarikan dari kitab Al-Mawaidh Al-Ushfuriyyah)
 
sumber: nu.or.id

| | Read More »

Anugerah Bagi Para Pendosa

Sa’ad bin Hilal pernah berkata, “Bila manusia (umat Muhammad SAW) berbuat dosa, maka Allah tetap memberikan empat anugerah padanya, yaitu:

Pertama, ia tidak terhalang untuk mendapatkan rezeki. Kedua, ia tidak terhalang untuk mendapatkan kesehatan badan. Ketiga, Allah tidak akan memperlihatkan dosanya selama di dunia. Keempat, Allah tidak serta-merta mengazabnya ....

Selengkapnya dibawah ini klik play untuk mendengarkan;

Audio by: www.pahamilah.com



| | Read More »